ruminesia – Banyak orang merasa bingung ketika ingin mengambil rumah lewat pembiayaan syariah karena khawatir cicilan tidak sesuai kemampuan.
Di sinilah simulasi KPR Syariah membantu kamu memahami gambaran angsuran dengan prinsip tanpa riba. Dengan begitu, keputusan membeli rumah bisa terasa lebih tenang dan terencana.
Selain memberi kejelasan nominal cicilan, simulasi KPR Syariah juga menampilkan manfaat transparansi dan akad yang lebih pasti. Mari kita lihat lebih jauh bagaimana simulasi ini bisa jadi langkah awal penting sebelum mengajukan KPR syariah.
Manfaat Mengetahui Simulasi KPR Syariah
Simulasi membantu kamu merencanakan anggaran dengan realistis. Kamu bisa tahu apakah cicilan sesuai kemampuan atau perlu menyesuaikan DP dan tenor.
Selain itu, simulasi juga memberi gambaran produk mana yang paling sesuai kebutuhan, baik dari segi margin, jangka waktu, maupun total cicilan.
Dengan begitu, kamu bisa lebih yakin sebelum memilih produk KPR Syariah yang paling tepat untuk rumah impianmu.
Menggunakan simulasi KPR Syariah adalah langkah awal penting untuk memastikan pembiayaan rumahmu tetap terencana, transparan, dan sesuai kemampuan.
Simulasi KPR Syariah

Simulasi KPR Syariah adalah alat praktis untuk memperkirakan cicilan rumah sesuai kemampuan keuanganmu. Dengan simulasi, kamu bisa membandingkan berbagai pilihan sebelum memutuskan.
1. Simulasi di Situs Resmi Bank
Banyak bank syariah menyediakan simulasi KPR di situs resmi mereka. Kamu hanya perlu memasukkan data dasar seperti harga rumah, uang muka, tenor, dan margin.
Contohnya, Bank Muamalat atau KBBank Syariah menawarkan simulasi online yang mengikuti prinsip syariah. Dengan fitur ini, kamu bisa melihat estimasi cicilan tetap tanpa bunga.
Menggunakan simulasi langsung dari bank memberi kepastian lebih karena angkanya sesuai kebijakan bank terkait produk KPR Syariah.
2. Simulasi di Portal Properti
Portal properti seperti Rumah123 juga menyediakan simulasi KPR Syariah. Simulasi ini berguna saat kamu sedang mencari rumah sekaligus menghitung cicilan.
Fitur ini memudahkan karena dalam satu platform kamu bisa memilih rumah, melihat harga, dan menghitung cicilan sesuai kondisi keuanganmu.
Portal properti biasanya menampilkan perbandingan produk dari beberapa bank, sehingga kamu punya lebih banyak opsi.
3. Kalkulator dari Situs Independen
Ada juga situs independen seperti Taat.co.id yang menyediakan kalkulator KPR Syariah. Kalkulator ini memungkinkan kamu membandingkan produk dari berbagai bank sekaligus.
Caranya sederhana: masukkan harga rumah, DP, tenor, dan margin. Sistem otomatis memberi hasil estimasi cicilan bulanan.
Keunggulan kalkulator ini adalah fleksibilitas, karena kamu bisa mencoba berbagai kombinasi data untuk melihat skenario cicilan yang berbeda.
Cara Menggunakan Simulasi KPR Syariah
Langkah umumnya cukup mudah:
- Masukkan harga rumah yang ingin dibeli.
- Tentukan besaran uang muka (DP).
- Pilih tenor atau jangka waktu pinjaman.
- Masukkan margin keuntungan bank (jika tersedia).
Hasil simulasi biasanya menampilkan cicilan bulanan dan rincian biaya lain seperti administrasi, notaris, atau asuransi sesuai prinsip syariah.
Daftar Produk KPR Syariah di Berbagai Bank
Banyak bank di Indonesia menawarkan produk KPR Syariah dengan fitur beragam. Berikut ringkasan beberapa pilihannya:
- BSI – BSI Griya Hasanah: Margin mulai 2,5% dengan tenor hingga 30 tahun. Cicilan tetap, bebas riba, dan proses transparan.
- BNI Syariah – BNI Griya iB Hasanah: Plafon sampai Rp25 miliar dengan tenor 15 tahun. DP ringan dan bisa untuk rumah baru maupun bekas.
- BRI Syariah – Griya Faedah: Margin 12,75%–13,75% dengan subsidi 5%. Bisa dipakai untuk rumah baru, bekas, renovasi, atau take over.
- BTN Syariah – KPR BTN Platinum iB: Proses cepat dengan DP ringan dan tenor hingga 20 tahun. Tersedia pilihan KPR subsidi.
- CIMB Niaga Syariah – KPR iB: Tiga varian produk dengan margin mulai 6,5% dan tenor 25 tahun. Cocok untuk rumah baru atau take over.
- OCBC NISP Syariah – KPR iB MMQ: DP mulai 5% dengan margin 2,88%. Tenor sampai 25 tahun dan angsuran ringan.
- Bank Muamalat – KPR iB Hijrah: Bisa untuk rumah baru, bekas, renovasi, atau take over. Proses mudah dan sesuai syariah.
- BCA Syariah – KPR iB: Bisa digunakan untuk rumah ready stock, inden, maupun take over. Proses sesuai syariah tanpa bunga.
Baca Juga:
Pertanyaan terkait KPR Syariah
KPR Syariah sering menimbulkan pertanyaan bagi calon nasabah yang ingin membeli rumah sesuai prinsip Islam. Berikut penjelasan lengkap dari pertanyaan yang paling sering muncul.
1. Apa perbedaan KPR Syariah dan KPR Konvensional?
KPR Syariah menggunakan akad seperti murabahah (jual beli), ijarah (sewa), atau musyarakah mutanaqisah (kerja sama). Bank membeli properti dulu, lalu menjual kembali dengan harga yang disepakati sejak awal. Sedangkan KPR konvensional berbasis pinjaman dengan bunga. Cicilan bisa berubah tergantung kondisi pasar, sehingga kurang stabil dibanding cicilan tetap pada KPR Syariah.
2. Apakah KPR Syariah lebih murah daripada KPR Konvensional?
KPR Syariah tidak selalu lebih murah, tetapi memberi kepastian. Margin keuntungan ditetapkan di awal dan cicilan tetap sampai lunas. Untuk KPR konvensional bisa terlihat ringan di awal dengan bunga promo, namun berisiko naik tajam setelah masa promo berakhir.
3. Apa saja syarat mengajukan KPR Syariah?
Syaratnya mirip dengan KPR konvensional. Kamu perlu menyiapkan KTP, KK, NPWP, slip gaji atau bukti penghasilan, dan rekening tabungan. Selain itu, dokumen rumah seperti sertifikat, IMB, dan bukti PBB juga harus lengkap agar bank bisa memprosesnya.
4. Berapa lama proses pengajuan KPR Syariah?
Rata-rata proses pengajuan berlangsung 2–4 minggu. Lamanya waktu dipengaruhi kelengkapan dokumen dan kecepatan bank memverifikasi data. Selain itu, appraisal atau penilaian harga rumah juga memerlukan waktu sebelum bank memberikan keputusan.
5. Apa yang dimaksud dengan akad Murabahah dalam KPR Syariah?
Murabahah adalah akad jual beli. Bank membeli rumah yang kamu pilih, lalu menjualnya kembali dengan margin keuntungan tertentu. Harga jual dan cicilan ditentukan sejak awal. Nilainya tidak berubah sampai seluruh cicilan selesai.
6. Apakah KPR Syariah bisa digunakan untuk renovasi rumah?
Ya, beberapa bank menyediakan pembiayaan renovasi menggunakan akad musyarakah (kerja sama) atau ijarah (sewa). Bank membantu mendanai renovasi, sementara kamu mencicil sesuai kesepakatan hingga biaya pelunasan selesai.
7. Bagaimana jika nasabah KPR Syariah telat bayar cicilan?
Bank syariah tidak mengenakan bunga denda seperti konvensional. Mereka menggunakan denda administratif atau ta’zir yang sudah ditentukan. Biasanya, dana denda ini tidak masuk keuntungan bank, melainkan disalurkan untuk tujuan sosial.
8. Apa itu KPR Syariah tanpa BI Checking?
Beberapa lembaga syariah non-bank menawarkan pembiayaan tanpa BI Checking (SLIK OJK). Namun, tetap ada pengecekan riwayat keuangan. Mereka menggunakan metode berbeda untuk menilai kelayakan, sehingga risiko kredit macet tetap bisa dikendalikan.
9. Bolehkah membatalkan KPR Syariah yang sudah disetujui?
Boleh saja, tetapi ada konsekuensinya. Jika pembatalan dilakukan setelah akad, biasanya ada biaya sesuai kesepakatan. Karena itu, pastikan kamu sudah yakin sebelum menandatangani akad pembiayaan.
10. Apakah KPR Syariah bisa mengambil alih KPR Konvensional?
Ya, bisa. Proses ini dikenal dengan take over KPR. Cicilan berbunga diubah menjadi cicilan syariah yang tetap. Dengan begitu, kamu bisa lebih tenang karena pembayaran sesuai akad syariah dan bebas riba.
Penutup
Dengan simulasi KPR Syariah, kamu bisa lebih mudah memperkirakan cicilan sesuai kemampuan dan akad yang jelas. Manfaat utamanya adalah ketenangan hati, karena keputusan finansial dibuat dengan perhitungan yang transparan.
Semoga rangkuman ini membantu kamu memahami langkah awal dalam merencanakan kepemilikan rumah sesuai prinsip syariah. Bagikan pengalamanmu atau tinggalkan komentar jika ada pertanyaan. Siapa tahu, langkah kecil ini bisa jadi awal perjalanan rumah impianmu.







