Kontak di Curriculum Vitae: Cara Menulis dan Contohnya

ruminesia – Banyak orang menganggap bagian Kontak di Curriculum Vitae hanyalah formalitas kecil, padahal di sanalah perekrut pertama kali menilai profesionalismemu. Kesalahan kecil seperti alamat email yang tidak formal atau nomor telepon tidak aktif bisa membuat lamaranmu terlewat sebelum sempat dibaca.

Dengan menata informasi kontak profesional secara rapi dan konsisten, kamu menunjukkan perhatian pada detail sekaligus mempermudah HRD melakukan proses screening. Format kontak CV yang jelas juga membantu meningkatkan keterbacaan, terutama di tampilan mobile.

Artikel ini akan membantu kamu memahami elemen penting di bagian kontak, termasuk cara menulisnya agar terlihat profesional dan mudah ditemukan oleh perekrut. Mari mulai dari hal yang sering dianggap sepele namun sangat menentukan kesan pertama.

Apa itu Kontak di Curriculum Vitae?

Kontak di Curriculum Vitae

Kontak di Curriculum Vitae adalah bagian penting di awal dokumen yang berisi detail bagaimana perekrut bisa menghubungi kamu. Biasanya mencakup nama lengkap, alamat email formal, dan nomor telepon aktif.

Dalam beberapa kasus, kamu juga bisa menambahkan tautan profil LinkedIn, portofolio online, atau situs pribadi jika relevan dengan posisi yang kamu lamar. Bagian ini berfungsi sebagai jembatan pertama antara kamu dan HRD, sehingga perlu ditulis dengan jelas dan profesional.

Pastikan format kontak CV kamu mudah dibaca dan memiliki layout kontak yang rapi. Penempatan kontak di header membuat readability CV meningkat dan membantu HRD screening lebih efisien. Hindari kesalahan ejaan kontak karena bisa memberi kesan kurang teliti.

Informasi yang Perlu Dimasukan ke Kontak di Curriculum Vitae

Menulis informasi yang perlu dimasukan ke kontak di Curriculum Vitae membantu CV kamu terlihat profesional dan mudah dipahami. Data kontak yang jelas membuat perekrut lebih cepat menilai keandalan dan keseriusan kamu.

  1. Nama Lengkap: Gunakan nama sesuai identitas resmi dan tulis konsisten di semua dokumen agar mudah diverifikasi. Contoh: “Rizky Pratama Wijaya” (bukan “Rizky P.”)
  2. Nomor Telepon: Cantumkan nomor aktif yang mudah dihubungi, gunakan format internasional jika perlu. Contoh: “+62 812 3456 7890”
  3. Alamat Email: Gunakan email profesional dengan nama jelas, hindari alamat tidak aktif atau terlalu santai. Contoh: “dwi.putra@email.com”
  4. Lokasi Tempat Tinggal: Tulis hanya kota atau wilayah, tanpa alamat lengkap, untuk menjaga privasi. Contoh: “Yogyakarta, DI Yogyakarta”
  5. Profil LinkedIn: Sertakan tautan profil aktif dan profesional agar perekrut bisa melihat riwayat dan aktivitas kamu. Contoh: “linkedin.com/in/rizkypratamawijaya”
  6. Portofolio Online: Tambahkan tautan karya jika relevan dengan pekerjaan agar perekrut bisa menilai kemampuanmu. Contoh: “www.behance.net/rizkywijaya”

Menata informasi yang perlu dimasukan ke kontak di Curriculum Vitae dengan jelas menunjukkan profesionalitas dan memudahkan perekrut menghubungi kamu dengan cepat.

Cara Menulis Kontak di Curriculum Vitae

Menulis kontak di CV terlihat sederhana, tapi bagian ini sangat menentukan kesan pertama. Dengan mengikuti panduan Cara Menulis Kontak di Curriculum Vitae, kamu bisa membuat CV yang profesional dan mudah dibaca HRD.

  1. Letakkan kontak di bagian atas CV: Tempatkan kontak di bawah nama lengkap agar mudah ditemukan. Gunakan layout rapi, hindari menaruhnya di header atau footer agar bisa terbaca sistem ATS.
  2. Gunakan nama lengkap dan konsisten: Tulis nama sesuai dokumen resmi dan gunakan gaya penulisan yang sama di semua dokumen. Tambahkan gelar profesional jika relevan untuk memperkuat identitas.
  3. Cantumkan alamat email resmi: Gunakan email berbasis nama lengkap dengan domain profesional. Hindari nama panggilan atau angka acak, dan pastikan tidak ada kesalahan ketik.
  4. Tulis nomor telepon aktif dan jelas: Pastikan nomor masih digunakan dan tambahkan kode negara bila perlu. Hindari simbol berlebihan dan buat nomor dapat diklik di CV digital.
  5. Sebutkan lokasi secara ringkas: Cukup tulis kota dan provinsi, tanpa alamat lengkap atau kode pos. Informasi ini membantu HRD mengenali lokasi kamu dengan cepat.
  6. Tambahkan tautan profil profesional: Sertakan LinkedIn, personal website, atau portofolio relevan. Pastikan tautan aktif dan tampil rapi, hindari akun pribadi yang tidak terkait pekerjaan.
  7. Pastikan tampilan rapi dan mudah dibaca: Gunakan desain minimalis dengan warna netral dan font profesional. Cek ulang urutan dan kejelasan informasi sebelum mengirim CV.

Mengetahui dan menerapkan Cara Menulis Kontak di Curriculum Vitae dengan benar membantu kamu tampil profesional, mudah dihubungi, dan meninggalkan kesan positif pada HRD.

Contoh Penulisan Kontak di Curriculum Vitae

Menulis kontak di CV bukan sekadar formalitas, tapi juga cara menunjukkan profesionalitas dan kesiapanmu untuk dihubungi. Dalam Contoh Penulisan Kontak di Curriculum Vitae berikut, setiap format disusun agar tampak rapi, mudah dibaca, dan sesuai dengan berbagai kebutuhan pelamar kerja.

Untuk tampilan paling umum dan formal, kamu bisa gunakan format sederhana seperti ini. Cocok untuk lamaran ke perusahaan korporat atau instansi resmi.

Nadia Aulia
📞 0813-9876-5432 | ✉️ nadia.aulia@email.com | 📍 Jakarta Selatan

Jika kamu bekerja di bidang teknologi atau startup, menambahkan profil profesional seperti GitHub atau LinkedIn bisa membantu menunjukkan identitas digital.

Nadia Aulia
Front-End Developer
📧 nadia.dev@gmail.com | 💻 github.com/nadiaaulia | 🔗 linkedin.com/in/nadiaaulia

Untuk lamaran luar negeri, gunakan format internasional dengan kode negara agar komunikasi lebih mudah.

Nadia Aulia
📱 +62 813 9876 5432 | ✉️ nadia.aulia@gmail.com | 🌍 Bandung, Indonesia

Kamu juga bisa memilih gaya layout minimalis agar CV terlihat bersih dan modern, tanpa kehilangan kejelasan informasi.

Nadia Aulia — Digital Content Creator
0813-9876-5432 — nadia@contentworks.id — Jakarta

Dan untuk pelamar kreatif seperti desainer atau fotografer, tampilkan personal website atau portofolio untuk memperkuat personal branding.

🎨 Nadia Aulia
Visual Designer | 📩 hello@nadiaaulia.design | 🌐 nadiaaulia.design | 📱 0813-9876-5432

Dari lima Contoh Penulisan Kontak di Curriculum Vitae ini, kuncinya tetap sama: buat informasi kontak mudah ditemukan, tampil profesional, dan relevan dengan bidang pekerjaan yang kamu lamar.

Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Kontak di Curriculum Vitae

Mengtahui hal hal yang perlu diperhatikan dalam kontak di Curriculum Vitae membantu kamu tampil profesional dan mudah dihubungi HRD. Berikut sembilan hal penting yang perlu kamu perhatikan agar CV terlihat rapi dan efektif.

  1. Detail Penting yang Wajib Dicantumkan: Cantumkan nama lengkap, nomor telepon aktif, email profesional, dan lokasi. Tambahkan LinkedIn atau portofolio jika relevan agar format kontak di CV terlihat rapi dan mudah dipindai.
  2. Jaga Kesan Profesional: Gunakan email dengan nama asli dan nomor telepon pribadi yang aktif. Hindari alamat email tidak pantas atau kontak kantor agar kesan profesional tetap terjaga.
  3. Perhatikan Privasi dan Keamanan: Cukup tulis kota dan wilayah tanpa mencantumkan alamat lengkap atau tanggal lahir. Hindari data sensitif untuk melindungi privasi dan keamanan informasi pribadi.
  4. Tata Letak dan Format yang Tepat: Letakkan kontak di bagian atas CV, gunakan font yang jelas dan mudah dibaca. Desain sederhana membantu readability dan membuat tampilan lebih profesional.
  5. Informasi Harus Terbaru dan Konsisten: Pastikan nomor, email, dan tautan aktif serta sesuai dengan profil profesional lain. Informasi konsisten meningkatkan kredibilitas pelamar di mata HRD.
  6. Sertakan Tautan yang Relevan: Gunakan tautan pendek dan bersih untuk LinkedIn atau portofolio. Pastikan hyperlink berfungsi dan hanya menampilkan konten profesional.
  7. Selalu Lakukan Pemeriksaan Ulang: Cek ulang ejaan, nomor, dan tautan agar tidak ada kesalahan. Proofreading sederhana bisa mencegah peluang kerja hilang karena detail kecil.
  8. Gunakan Format yang Ramah Teknologi: Simpan CV dalam format PDF atau DOCX agar mudah diproses sistem applicant tracking system (ATS). Hindari desain rumit atau simbol tidak terbaca.
  9. Sesuaikan dengan Jenis Pekerjaan dan Konteks: Tambahkan akun LinkedIn atau portofolio jika melamar pekerjaan digital. Untuk posisi formal, cukup tampilkan kontak inti yang relevan dan profesional.

Menjaga Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Kontak di Curriculum Vitae membantu kamu tampil siap dan mudah dihubungi. Dengan informasi yang jelas dan relevan, peluang untuk dilirik HRD pun semakin besar.

Kesalahan Dalam Menulis Kontak di Curriculum Vitae

Menulis kontak di curriculum vitae terlihat sepele, tapi bagian ini bisa menentukan apakah kamu akan dihubungi HRD atau tidak. Dengan memahami kesalahan dalam menulis kontak di curriculum vitae, kamu bisa memastikan informasi terlihat profesional dan mudah diakses.

  1. Menggunakan Detail yang Tidak Profesional atau Salah: Gunakan email profesional dengan nama lengkap dan nomor telepon aktif. Hindari alamat email dengan nama panggilan, angka acak, atau kesalahan ejaan yang bisa menurunkan kesan profesional.
  2. Tidak Mencantumkan Kode Negara Saat Melamar ke Luar Negeri: Saat melamar ke luar negeri, tambahkan kode negara seperti +62 untuk Indonesia agar rekruter mudah menghubungimu dan sistem ATS bisa membaca datanya dengan benar.
  3. Tidak Memperbarui Informasi: Pastikan nomor telepon, email, dan profil LinkedIn kamu selalu diperbarui. Kontak lama atau tautan tidak aktif membuat HRD sulit menilai profesionalitas kamu.
  4. Menyertakan Terlalu Banyak Data Pribadi: Hindari mencantumkan alamat lengkap, tanggal lahir, atau data pribadi lainnya. Cukup tulis alamat domisili umum untuk menjaga privasi dan tetap relevan.
  5. Format yang Buruk dan Sulit Dibaca: Gunakan layout CV yang rapi, desain minimalis, dan font jelas. Format yang padat atau tidak konsisten bisa membuat kontakmu sulit ditemukan oleh HRD.
  6. Menggunakan URL yang Tidak Disesuaikan: Sesuaikan tautan LinkedIn atau portofolio online agar singkat dan mudah dibaca. URL panjang dengan angka acak terlihat tidak profesional.
  7. Memilih Metode Kontak yang Tidak Tepat: Hindari media sosial pribadi yang tidak relevan. Cukup cantumkan email profesional, nomor WhatsApp aktif, atau profil LinkedIn yang mencerminkan personal branding kamu.
  8. Tidak Mengecek Tautan yang Dapat Diklik: Selalu uji hyperlink pada CV digital sebelum dikirim. Pastikan semua tautan aktif dan mengarah ke halaman yang benar agar kontakmu tampak kredibel.
  9. Tidak Menyertakan Kontak Alternatif: Tambahkan satu kontak alternatif seperti email cadangan atau nomor lain yang aktif. Ini membantu HRD tetap bisa menghubungimu jika kontak utama bermasalah.

Menulis kontak dengan benar bukan hanya soal tampilan, tapi juga peluang. Dengan menghindari kesalahan dalam menulis kontak di curriculum vitae, kamu menunjukkan profesionalitas dan meningkatkan peluang dipanggil interview.

Baca Juga:

Tingkatkan Kariermu dengan Paket Expert + Bonus Cover Letter!

Jasa Pembuatan dan Optimasi Curriculum Vitae

Apakah kamu siap untuk melangkah lebih jauh dalam kariermu? Kami hadir untuk membantumu dengan layanan pembuatan dan optimasi Curriculum Vitae yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhanmu.

Keunggulan Layanan Kami

  • Konsultasi Personal: Memahami tujuan karirmu untuk CV yang ATS Friendly.
  • Fokus Prestasi: Menonjolkan prestasi dan keahlianmu.
  • CV Sesuai Posisi: Disesuaikan dengan posisi yang kamu lamar.
  • Layanan Cepat: Proses maksimal 1 x 24 jam.

Apa yang Kamu Dapatkan?

  • CV Kreatif (Template Canva Premium) + ATS Friendly
  • Optimalisasi ATS
  • Translate Inggris (Grammar Fix)
  • Revisi 3 Poin
  • Revisi Unlimited: Jika ada kesalahan dari pihak kami.
  • Proses Lebih Cepat (Maksimal 1 hari)
  • Pengiriman file via Email
    • 2 PDF CV Kreatif
    • 2 PDF ATS
    • 2 Word ATS *bisa diedit sendiri
    • Template Cover Letter

Hubungi Kami Sekarang!

Untuk informasi lebih lanjut atau konsultasi, hubungi tim AIO Berdaya melalui:

Jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan kariermu dengan CV yang memukau!

Pertanyaan terkait Topik Kontak di Curriculum Vitae

Menata Kontak di Curriculum Vitae (CV) dengan benar membantu kamu tampil profesional dan mudah dihubungi oleh perekrut. Setiap detail kecil pada bagian ini bisa memengaruhi kesan pertama, jadi pastikan kamu memahami fungsi dan cara penulisannya dengan tepat.

1. Informasi kontak apa saja yang wajib dicantumkan dalam CV?

Bagian kontak idealnya mencakup:

  • Nama lengkap yang sesuai dengan identitas resmi.
  • Nomor telepon aktif yang mudah dihubungi.
  • Alamat email formal, misalnya nama.lengkap@email.com.
  • Tautan profil LinkedIn atau portofolio online bila relevan.

Keempat elemen ini membentuk informasi kontak profesional yang memudahkan HRD melakukan follow-up. Gunakan format kontak CV yang jelas dan rapi di bagian header agar mudah terlihat dan menjaga readability CV di layar mobile maupun desktop.

2. Apakah saya perlu mencantumkan alamat rumah lengkap (jalan, RT/RW) di CV?

Tidak perlu. Cukup tulis domisili dalam format “Kota, Provinsi” seperti “Bandung, Jawa Barat.” Tujuannya untuk menjaga privasi data pribadi dan memberi ruang bagi bagian lain yang lebih penting di CV. Menuliskan alamat detail seperti nomor rumah atau RT/RW tidak memberi nilai tambah dan justru membuat tampilan CV terlalu padat.

3. Tautan media sosial apa yang baik untuk dicantumkan di CV?

Cantumkan hanya akun profesional dan relevan dengan posisi yang kamu lamar, seperti profil LinkedIn atau portofolio online. Untuk profesi kreatif, kamu bisa menambahkan tautan ke situs seperti Behance, GitHub, atau personal website. Sebelum menautkan, pastikan konsistensi identitas digital dan tone visual profesional agar menciptakan kepercayaan profesional sejak awal.

4. Apakah mencantumkan akun media sosial pribadi (seperti Instagram atau TikTok) di CV itu baik?

Sebaiknya tidak, kecuali akun tersebut memang digunakan secara profesional. Misalnya, jika kamu melamar posisi Social Media Manager dan akun pribadimu menjadi portofolio yang menunjukkan kemampuan manajemen konten. Pastikan akun yang kamu sertakan bebas dari unggahan yang tidak sesuai dengan citra profesional.

5. Bagaimana format penulisan nomor telepon yang benar di CV?

Cantumkan satu nomor telepon aktif, gunakan format standar dan mudah dibaca. Untuk lamaran internasional, tambahkan kode negara seperti +62 agar HRD dari luar negeri bisa menghubungi tanpa kesulitan. Hindari menulis lebih dari satu nomor karena bisa membingungkan perekrut saat mencoba menghubungimu.

6. Apakah saya harus mencantumkan tanggal lahir dan usia di bagian kontak?

Tidak wajib, terutama untuk CV modern. Data ini bersifat pribadi dan dapat menimbulkan bias. Di Indonesia, beberapa perusahaan masih memintanya, jadi kamu bisa menyesuaikan jika diminta secara eksplisit. Jika tidak, sebaiknya hapus agar struktur CV efektif dan tetap fokus pada pengalaman kandidat.

7. Alamat email seperti apa yang dianggap tidak profesional dan harus dihindari?

Hindari alamat yang mengandung kata gaul, nama panggilan berlebihan, atau angka tidak relevan seperti “ratucantik99@email.com.” Gunakan alamat email formal dengan nama asli. Contoh: nama.lengkap@email.com. Pastikan ejaan sesuai dengan identitas di profil profesional lain agar konsistensi identitas digital tetap terjaga.

8. Di mana posisi yang tepat untuk menempatkan informasi kontak di CV?

Letakkan informasi kontak di bagian atas CV, tepat di bawah nama lengkap. Posisi ini membuat HRD langsung melihat detail kontak tanpa perlu mencari. Gunakan desain minimalis kontak dan layout kontak yang proporsional di sisi kiri, kanan, atau tengah sesuai format file CV. Pastikan tautan seperti LinkedIn atau portofolio bisa diklik.

9. Perlukah mencantumkan status pernikahan dan kewarganegaraan di bagian kontak CV?

Tidak perlu, karena kedua informasi ini tidak relevan dengan kualifikasi kerja. CV modern menekankan kemampuan dan pengalaman kerja, bukan data pribadi. Kecuali perusahaan secara jelas memintanya, lebih baik fokus pada penyajian data diri yang relevan dengan pekerjaan.

10. Apa yang harus saya lakukan jika nomor telepon saya berubah setelah mengirimkan CV?

Segera kirim email singkat kepada HRD atau perekrut. Sertakan nomor terbaru, posisi yang kamu lamar, dan tanggal pengiriman lamaran sebelumnya. Langkah ini menunjukkan komunikasi profesional yang baik. Simpan versi revisi cepat CV agar kamu bisa memperbarui informasi dengan mudah di kemudian hari.

Menulis Kontak di Curriculum Vitae dengan format yang tepat membantu kamu tampil lebih profesional, menjaga kejelasan informasi kontak, dan meningkatkan peluang untuk mendapatkan respons cepat dari perekrut.

Penutup

Menulis bagian Kontak di Curriculum Vitae mungkin terlihat sederhana, tapi justru di sanalah kesan pertama tentang profesionalismemu terbentuk. Detail kecil seperti alamat email formal, nomor telepon aktif, dan tautan profil LinkedIn bisa menentukan seberapa mudah perekrut menghubungimu.

Dengan menjaga konsistensi identitas digital dan format kontak CV yang rapi, kamu menunjukkan perhatian pada detail yang sering diabaikan pelamar lain. Bagian ini juga memperkuat kepercayaan profesional sejak tahap awal seleksi.

Sebelum mengirim CV berikutnya, luangkan waktu sejenak untuk memeriksa ulang bagian kontakmu. Jika artikel ini membantu, kamu bisa membagikannya atau meninggalkan komentar tentang pengalamanmu menyusun CV yang lebih efektif dan profesional.

Bagikan Artikel Ini

Athif Amirudin Muhtadi

Athif Amirudin Muhtadi

Berpengalaman lebih dari 5 tahun sebagai WordPress Developer dan SEO Specialist, saya menulis berbagai macam topik seperti teknologi, ekonomi, traveling, film dan review.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *